TAHTA HITAM
Runtuh sudah...
Wisma irama tambatan hati
Terlontar curam
Menusuk menyakiti merobek
Tulus cintaku pada dirinya
Bagai badai yang tertawa
Memang “Benci”
Kataku nyata
Namun mengapa harus “Sayang”
Yang terikrar dalam hati
Dengan tangis ku membalas
Dengan ikhlas kumenerima
Dengan memelas ku menyapa
Meski dalam girang batin dirinya
Tapi bagaimanakah?
Lengang hati diriku kini
Kan gentar nan sukar tuk utuh
Terbias tersita kejam dirimu
Kau...
Kini raja tahta hitamku
Penghancur mata rantai kita berdua
Orang paling tebal hatinya
Geram tangan ini berayun
Terpenuhi pengkhianatan
Terberati perasaan dendam
Yang tercipta dari karenamu
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI
Runtuh sudah...
Wisma irama tambatan hati
Terlontar curam
Menusuk menyakiti merobek
Tulus cintaku pada dirinya
Bagai badai yang tertawa
Memang “Benci”
Kataku nyata
Namun mengapa harus “Sayang”
Yang terikrar dalam hati
Dengan tangis ku membalas
Dengan ikhlas kumenerima
Dengan memelas ku menyapa
Meski dalam girang batin dirinya
Tapi bagaimanakah?
Lengang hati diriku kini
Kan gentar nan sukar tuk utuh
Terbias tersita kejam dirimu
Kau...
Kini raja tahta hitamku
Penghancur mata rantai kita berdua
Orang paling tebal hatinya
Geram tangan ini berayun
Terpenuhi pengkhianatan
Terberati perasaan dendam
Yang tercipta dari karenamu
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI

Posting Komentar