PUISIKU
Ku mulai...
Menyibak garisan langit putih
Memilah milah apa warna hati
Bergurau bersahabat dengan kekosongan
Jika sejuk, terlihatlah keindahan
Jika geram, tertiuplah hawa jahanam
Ku teruskan ini
Berjalan berkelok hingga titik
Dari muka sampai usai
Tergoda harumnya selimut pena
Ku teruskan lagi ini
Gelorakan aura aura pangeran cinta
Memecahkan selapis laskar perandaian
Terbang....
Seperti angin, ku berlari menembus kota
Ketika terdengar suara seseorang
Tertawa...
Jangan...
Ku tak mau mereka tertawa
Tuntun saja aku
Melewati pertemuan
Apa yang akan terjadi besok?
Jika mencoba lebih dari ini
Ku ingin melompati batasan antara kita
Tetap ingin ku teruskan ini
Hidupku impianku
Cintaku damaiku
Bagai sang penari
Akan selamanya kuteruskan ini
Kisah kisah hebat kan tertata
Bersinar penuh dengan mimpi
Penuh syair, penuh cinta
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI
Ku mulai...
Menyibak garisan langit putih
Memilah milah apa warna hati
Bergurau bersahabat dengan kekosongan
Jika sejuk, terlihatlah keindahan
Jika geram, tertiuplah hawa jahanam
Ku teruskan ini
Berjalan berkelok hingga titik
Dari muka sampai usai
Tergoda harumnya selimut pena
Ku teruskan lagi ini
Gelorakan aura aura pangeran cinta
Memecahkan selapis laskar perandaian
Terbang....
Seperti angin, ku berlari menembus kota
Ketika terdengar suara seseorang
Tertawa...
Jangan...
Ku tak mau mereka tertawa
Tuntun saja aku
Melewati pertemuan
Apa yang akan terjadi besok?
Jika mencoba lebih dari ini
Ku ingin melompati batasan antara kita
Tetap ingin ku teruskan ini
Hidupku impianku
Cintaku damaiku
Bagai sang penari
Akan selamanya kuteruskan ini
Kisah kisah hebat kan tertata
Bersinar penuh dengan mimpi
Penuh syair, penuh cinta
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI

Posting Komentar