KETIDAKPASTIAN
Kulihat selembar daun
Kupandang langit setelahnya
Ternyata memang jauh berbeda
Meski mereka selalu berdua
Kasihan sang batang nan tangkai
Yang selalu memberi cinta tulus
Berjuang keras mempersiapkan dirinya
Untuk bersandarnya kelak
Saat rembulan menari bersama bintang
Kala awan riang membawa burung
Air langit mengalirkan embun kesunyian
Dentingan waktu pun berteriak
Barulah semua bangun dari kelamnya
Sadar begitu sia-sianya anghin terlewat
Mata terpejam menunduk tersungkur
Adegan itu yang terpampang
Langit makin tinggi daun pun melebar
Namun batang kini meretak merapuh
Yang terlanjur memberikan cahayanya
Dan terlambat menyadari semua
Mereka yang bergembira
Mendayung perahu emas bersama
Menaungi samudra cinta berdua
Pun tak mengerti derasnya air hujan
Matilah dia si batang malang
Termakan cinta kelam nan berduri
Memang inilah si pelaku utama
Cinta yang kejam cinta yang tajam
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI
Kulihat selembar daun
Kupandang langit setelahnya
Ternyata memang jauh berbeda
Meski mereka selalu berdua
Kasihan sang batang nan tangkai
Yang selalu memberi cinta tulus
Berjuang keras mempersiapkan dirinya
Untuk bersandarnya kelak
Saat rembulan menari bersama bintang
Kala awan riang membawa burung
Air langit mengalirkan embun kesunyian
Dentingan waktu pun berteriak
Barulah semua bangun dari kelamnya
Sadar begitu sia-sianya anghin terlewat
Mata terpejam menunduk tersungkur
Adegan itu yang terpampang
Langit makin tinggi daun pun melebar
Namun batang kini meretak merapuh
Yang terlanjur memberikan cahayanya
Dan terlambat menyadari semua
Mereka yang bergembira
Mendayung perahu emas bersama
Menaungi samudra cinta berdua
Pun tak mengerti derasnya air hujan
Matilah dia si batang malang
Termakan cinta kelam nan berduri
Memang inilah si pelaku utama
Cinta yang kejam cinta yang tajam
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI

Posting Komentar