KESEPIAN
Kehilangan...
Manusia guru senyuman
Baru ini terasa mendalami hati
Kala tirai malam terbuka
Sendiri...
Diam tak terkendali
Hanya mengukir yang tertuang
Duduk dan kembali terdiam
Senyum wajahmu yang ku lihat kini
Hanyalah sekedar senyum gambar belaka
Matahari pun turut menangis
Di kala bayang bayang samar menyambar
Kapan kau pulang sayang?
Sepi ini merajai hidupku
Memandang kosong
Pandangan redup jika tanpamu
Ya Tuhan...
Ujian apa ini?
Kenapa harus ku menunggu?
Kenapa harus dia pergi?
Kenapa harus ada sepi terbentang?
Kenapa harus aku dan dia?
Inilah bintang berikutnya
Seperti ini jua 100 bintang setelahnya
Ku harap tak lebih dari itu
Karena kan lemah tuk seterusnya
Duhai sepi...
Kepada langit ku mengaduh
Sungguh...
Inikah rasanya kesepian?
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI
Kehilangan...
Manusia guru senyuman
Baru ini terasa mendalami hati
Kala tirai malam terbuka
Sendiri...
Diam tak terkendali
Hanya mengukir yang tertuang
Duduk dan kembali terdiam
Senyum wajahmu yang ku lihat kini
Hanyalah sekedar senyum gambar belaka
Matahari pun turut menangis
Di kala bayang bayang samar menyambar
Kapan kau pulang sayang?
Sepi ini merajai hidupku
Memandang kosong
Pandangan redup jika tanpamu
Ya Tuhan...
Ujian apa ini?
Kenapa harus ku menunggu?
Kenapa harus dia pergi?
Kenapa harus ada sepi terbentang?
Kenapa harus aku dan dia?
Inilah bintang berikutnya
Seperti ini jua 100 bintang setelahnya
Ku harap tak lebih dari itu
Karena kan lemah tuk seterusnya
Duhai sepi...
Kepada langit ku mengaduh
Sungguh...
Inikah rasanya kesepian?
By : AISYAH KARTIKA SUKMAWATI

Posting Komentar