CINCIN BUMI
Di
satu lorong terang
Tak
terteduhkan sinar gelap
Manusia
manusia berlomba
Ingin
menembus batasan langit
Suara sang pohon mati
Berteriak menjadi saksi
Melihat derasnya arus
lintas batas dunia
Terheran sendiri sanjungnya
manusiawi
Tergoresnya
pena hidup para pemuda
Terikrar
janji setianya pada bumi
Pemberian
harkat suci tuk sang pemimpi
Mengeraskan
getaran debar dada
Panggilan pertiwiku...
Mengguncangkan
meruntuhkan menggoyangkan
Gerak hati bapak bapak
ku
Tuk persembahan bagi
anak cucu negeri
Bangsa
bangsaku...
Tersenyumlah
menatap angkasa
Melayang
menuju langit impian
Menikmati
buah juang nan tangis mulia
Coba lihat para tetangga
Bukan kita kurang
darinya
Bukan pula kita menyerah
pasrah
Namun hanya belum
saatnya
Ingat...
Tuhan
pasti kan selamatkan
Ciptakan
sang pembangun
Bunuh
penggerogot tubuh ibu ini
Ikrar sumpah jiwaku
Kan menahan sakit dada
tuk negeriku
Mengepalkan tangan
memukul kerugian
Memantapkan
kesetiaan tuk bumi pertiwi ini
By : AISYAH
KARTIKA SUKMAWATI (XII-IPA5)

Posting Komentar