KU SEBUT ENGKAU AYAH
Syair ini bermula
Ketika seorang manusia hidup
Dan terlanjur tenggelam
Dengan sosok insan lembut disana tadi
Mereka bercerita tentang serigala
Yang meraung memecah sebuah cinta
Namun sebelum ku angkat tangan ini
Tak sedikit pun ku kan percaya mereka
Semakin lama ku berjalan
Semakin banyak pula dirimu menopang
Mengajakku berliku
Dalam pijakan nikmat duniawi
Ku sebut engkau ayah
Atas telaga madu manismu
Ku sebut engkau ayah
Kala kau tegak berdiri di depanku
Ku sebut engkau ayah
Ketika petir dan halilintar menyambar
Kan tetap ku panggil engkau ayah
Walau saat kau angkat pedang suaramu
Ah ... sudah lah...
Tak perlulah sudah ini semua
Karena hanyalah syair belaka
Hanya sekedar bahasa para pemuja
Karena tak ada yang bisa merasa
Keciali ini...
Karya : Aisyah Kartika Sukmawati
Syair ini bermula
Ketika seorang manusia hidup
Dan terlanjur tenggelam
Dengan sosok insan lembut disana tadi
Mereka bercerita tentang serigala
Yang meraung memecah sebuah cinta
Namun sebelum ku angkat tangan ini
Tak sedikit pun ku kan percaya mereka
Semakin lama ku berjalan
Semakin banyak pula dirimu menopang
Mengajakku berliku
Dalam pijakan nikmat duniawi
Ku sebut engkau ayah
Atas telaga madu manismu
Ku sebut engkau ayah
Kala kau tegak berdiri di depanku
Ku sebut engkau ayah
Ketika petir dan halilintar menyambar
Kan tetap ku panggil engkau ayah
Walau saat kau angkat pedang suaramu
Ah ... sudah lah...
Tak perlulah sudah ini semua
Karena hanyalah syair belaka
Hanya sekedar bahasa para pemuja
Karena tak ada yang bisa merasa
Keciali ini...
Karya : Aisyah Kartika Sukmawati

Posting Komentar